Prosedur dan Syarat Cerai Terbaru

Prosedur dan syarat perceraian

 

Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui mengenai seluk-beluk perceraian, minimal syarat dan alur prosedural untuk mengajukan gugatan ke pengadilan. Bukan sebuah hal mudah untuk mengurus perkara ini, tidak jarang Anda perlu bantuan tenaga profesional untuk memberikan arahan dan pendampingan dalam menghadapi persidangan.

Penentuan pengadilan untuk perkara perceraian dibagi berdasarkan dua faktor, diantaranya agama dan tempat tinggal. Bagi muslim didaftarkan di pengadilan agama tempat tinggal istri saat ini, dan untuk non muslim diselenggarakan di pengadilan negeri tempat tinggal dari si tergugat.

Persyaratan umum yang diajukan ke pengadilan baik itu bagi muslim maupun non muslim adalah KTP kedua belah pihak (suami dan istri), Kartu Keluarga, dan Buku/Akta Nikah. Semua berkas dapat diserahkan dalam bentuk fotocopy nya saja. Ketika berkas tidak lengkap, Anda bisa meminta salinannya kepada instansi yang berwenang untuk mengeluarkan.

Berikut rangkumannya dalam bentuk tabel sederhana:

Klasifikasi Muslim Non Muslim
Pria Permohonan Talak Gugat Cerai
Wanita Gugat Cerai Gugat Cerai
Pengadilan Pengadilan Agama tempat tinggal istri saat ini Pengadilan Negeri tempat tinggal si tergugat
Syarat KTP, KK, dan Buku Nikah KTP, KK, dan Akta Nikah

 

Apabila Anda juga akan menuntut hak  asuh anak bersamaan dengan gugatan cerai maka persyaratan tambahan yakni perlu melampirkan Akta Lahir anak tersebut. Lain halnya dengan sidang Gono-Gini yang dilakukan setelah sidang perceraian selesai, jadi dapat dikatakan bahwa sidang cerai terpisah dari sidang gono-gini.

Ketika Anda sudah mengetahui mana pengadilan yang benar dan berkas persyaratan sudah anda lengkapi dengan tepat, maka saatnya mendaftarkan gugatan perceraian ke pengadilan. Baik itu sendiri atau diwakilkan oleh kuasa hukum, dalam hal ini Anda perlu mempersiapkan saksi agar salah satu agenda sidang terpenuhi dan sidang berjalan lancar.

Untuk agenda sidang perceraian kurang lebihnya tersusun seperti berikut ini :

  1. Mediasi;
  2. Pembacaan gugatan atau permohonan;
  3. Jawaban tergugat atau termohon;
  4. Replik penggugat atau pemohon;
  5. Duplik tergugat atau termohon;
  6. Pembuktian;
  7. Kesimpulan;
  8. Musyawarah majelis;
  9. Pembacaan putusan; dan
  10. Ikrar talak (hanya bagi pria muslim yang mengajukan).

Bagi pria muslim yang mengajukan permohonan talak, diakhir agenda sidang Anda wajib membacakan ikrar talak, namun bisa juga diwakilkan oleh kuasa hukum apabila kondisinya tidak memungkinkan. Selain itu ada beberapa nafkah pasca cerai yang wajib Anda bayarkan kepada mantan istri.

Jeda dari agenda persidangan antara satu dengan yang lainnya sekitar 10 hari kerja atau 2 minggu. Lamanya sidang perceraian tergantung dari bobot perkara yang dilimpahkan ke pengadilan, namun biasanya memakan waktu 3-4 Bulan, bisa lebih cepat bahkan bisa memakan waktu lebih lama. Selanjutnya untuk masa iddah umumnya terhitung 3 Bulan 10 hari.

Anda bisa mengajukan banding apabila tidak menerima keputusan hakim dalam sidang di pengadilan tingkat pertama tersebut.

Silakan hubungi kami melalui email dan WA di bawah ini untuk menentukan pilihan konsultasi dan kebutuhan akan pengacara.  Konsultan Perceraian di email konsultanperceraian2@gmail.com atau 0857 7609 2150

Leave a Comment